Ketua RW Sungai Bengkal Tolak Jalur Pipa Migas di Jalan TMMD, Warga Khawatir Kawasan Permukiman Gagal Berkembang

oleh
oleh

RADARNESIA.COM – Ketua RW 01 Kelurahan Sungai Bengkal, Kecamatan Tebo Ilir, Almizan, menolak rencana PT Montd’or Oil Tungkal Ltd yang akan memanfaatkan Jalan TMMD sebagai jalur pipa migas.

Menurutnya, rencana itu berpotensi menggagalkan harapan masyarakat yang ingin kawasan sepanjang jalan tersebut berkembang menjadi permukiman dan pusat ekonomi baru.

Almizan mengatakan masyarakat menghibahkan tanah untuk pelebaran Jalan TMMD ke Pemkab Tebo bukan hanya untuk akses transportasi. Tujuan awalnya agar kawasan itu tumbuh menjadi pusat pertumbuhan baru.

“Harapan masyarakat saat menghibahkan tanah adalah agar kawasan sepanjang jalan ini berkembang jadi permukiman dan pusat ekonomi baru. Bukan untuk jalur pipa perusahaan,” kata Almizan, Selasa (16/6/2026).

Ia menilai keberadaan jalur pipa migas membuat warga berpikir dua kali membangun rumah atau berinvestasi. Kondisi itu dikhawatirkan menghambat perkembangan wilayah yang diproyeksikan jadi kawasan hunian masa depan.

Baca Juga  Komisi XII Temukan Limbah Sawit Cemari Laut di Belawan

Kekhawatiran warga, kata Almizan, wajar. Selain persepsi risiko infrastruktur migas, masyarakat juga belajar dari kejadian kebocoran dan insiden fasilitas migas di daerah lain.

“Meskipun perusahaan punya standar keselamatan, warga tetap khawatir. Yang dipikirkan keselamatan keluarga dan masa depan kawasan permukiman,” ujarnya.

Almizan menegaskan penolakan bukan berarti anti-investasi. Masyarakat hanya minta tujuan awal hibah tanah dihormati untuk kepentingan umum dan perkembangan permukiman.

“Kami khawatir jika jalan ini jadi jalur pipa migas, harapan warga jadikan kawasan ini permukiman penduduk sulit terwujud,” tegasnya.

Ia meminta Pemda dan perusahaan sosialisasi terbuka dulu ke masyarakat terkait manfaat, dampak, dan risiko pemasangan pipa migas.

“Jangan sampai masyarakat yang dulu hibahkan tanah justru tidak dilibatkan. Masyarakat berhak tahu dan sampaikan pendapat karena mereka yang rasakan dampak langsung,” pungkasnya.

Sebelumnya, Ketua LAMJ Kecamatan Tebo Ilir Muhammad Isya juga minta rencana penggunaan Jalan TMMD disosialisasikan. Jalan itu dibangun swadaya dan diperluas lewat hibah lahan warga untuk kepentingan umum.

Baca Juga  Wali Kota Lubuklinggau Buka Pesta Rakyat HUT RI ke-80

Penolakan sama disampaikan Hero Samudra, warga yang menghibahkan lahannya. Hero menilai penggunaan jalan untuk jalur pipa tidak sejalan dengan tujuan awal penyerahan lahan ke Pemda.

Tinggalkan Balasan