OGAN ILIR, Idnpedia.net – SMA Negeri 2 Tanjung Raja, Kabupaten Ogan Ilir, terus berinovasi dalam menanamkan kecintaan siswa terhadap literasi. Salah satu program unggulan mereka, Selasa Literasi atau yang akrab dikenal sebagai Serasi, sukses menarik perhatian siswa dan guru sejak diluncurkan.
Kegiatan Serasi yang di gelar di lapangan sekolah setiap Selasa pagi ini bertujuan untuk mengembangkan minat baca dan membangun budaya literasi yang kuat di kalangan siswa. Dalam acara yang berlangsung pada Selasa (06/01/2026), berbagai aktivitas kreatif di gelar.

Epa Asnaini, S.Pd., M.Si, Kepala SMA Negeri 2 Tanjung Raja menjelaskan bahwa kegiatan ini diadakan secara rutin pada jam ke-0 (pukul 07.00-07.40 WIB). Ia menekankan pentingnya buku sebagai gerbang awal untuk membangun kebiasaan literasi yang lebih luas.
“Kami ingin siswa menjadi akrab dengan buku. Dengan membaca secara konsisten, mereka dapat memperoleh wawasan, melatih berpikir kritis, serta mengembangkan ide dan inovasi di berbagai bidang,” ungkapnya
Menurut Epa, siswa yang gemar membaca menunjukkan kemampuan berpikir kritis yang lebih baik, mudah mengutarakan pendapat, serta memiliki rasa ingin tahu yang tinggi. “Kami berharap budaya membaca ini dapat menyebar ke seluruh siswa, sehingga mereka saling menginspirasi untuk terus berliterasi,” tambahnya.
Melalui program Serasi, semangat literasi di sekolah ini kembali hidup.
“Program ini tidak hanya menjadi rutinitas mingguan, tetapi juga alat untuk memperkuat hubungan antara siswa, guru, dan literasi itu sendiri. Kami ingin menciptakan lingkungan yang kondusif untuk membaca dan berdiskusi,” jelasnya
Salah satu siswa,merasa bahwa kegiatan Serasi memberikan manfaat besar bagi pengembangan potensi dan minatnya. “Lewat Serasi, kami bisa mengembangkan bakat, meningkatkan minat terhadap literasi, dan saling berbagi pengetahuan. Ini kegiatan yang menyenangkan sekaligus bermanfaat,” ujarnya.
Naila juga menyampaikan harapannya agar inovasi terus di lakukan dalam program ini. “Mungkin bisa ada kegiatan baca bareng di lapangan, lalu langsung diskusi tentang buku yang di baca. Ini pasti akan lebih seru dan interaktif,” tambahnya.
Epa menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan program Serasi agar manfaatnya semakin meluas. “Kami ingin siswa membaca apa pun jenis buku yang mereka sukai, mulai dari novel, buku nonfiksi, hingga literatur pengetahuan. Semakin banyak siswa yang terlibat, semakin besar dampak positif yang dapat tercipta,” harapnya.
Kegiatan literasi seperti Serasi ini tidak hanya membangun budaya membaca. Tetapi juga menjadi wadah bagi siswa untuk berekspresi, berdiskusi, dan mengeksplorasi berbagai ide. Dengan konsistensi dan semangat yang terus di jaga. Program ini di harapkan mampu menjadi contoh bagi sekolah lain dalam upaya meningkatkan literasi generasi muda.









